Hasil Pemilu Kongres Negara Paman Sam, Menciptakan Rupiah Paling Berpengaruh Di Asia

Setelah sempat naik ke posisi Rp 15.000 per dolar AS. sekarang nilai tukar Rupiah berada di posisi Rp 14.509 pada pasar perdangangan Rabu sore kemarin. Posisi ini menguat 214 poin atau 1,45 persen dari Selasa Sore. Analis Monex Investindo, Dini Nurhadi Yasyi menyatakan penguatan rupiah memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS alasannya hasil pemilu Kongres. Lewat hasil quick count menyatakan Partai Demokrat berhasil mengungguli Partai Republik.

“Memang sudah diperkirakan Partai Demokrat yang menang dan saat menang, artinya nanti arah kebijakan Trump tidak akan sebebas sebelumnya. Apalagi Partai Demokrat memang ingin mengatur masalah perdagangan belakangan ini,” ungkapnya dikutip dari CNNIndonesia.com

Lewat hasil tersebut, kondisi rupiah hari ini memimpin penguatan mata uang lain di Kawasan Asia. Setelah rupiah, baht Thailand menguat 0,33 persen, yen Jepang 0,25 persen, dan dolar Singapura 0,23 persen. Kemudian, peso Filipina menguat 0,2 persen, rupee India 0,17 persen, ringgit Malaysia 0,13 persen, dan won Korea Selatan 0,04 persen. Namun, dolar Hong Kong stagnan dan renminbi China melemah 0,04 persen.

Dini menjelaskan penguatan mata uang rupiah menjadi paling tinggi, terjadi secara fundmental ekonomi Indonesia yang memang meyakinkan. Tercermin pada pertumbuhan ekonomi yang masih di kisaran 5,17 persen pada kuartal III 2018. Kemudian sentimen positif terhadap dolar AS yaitu upaya kelanjutan dari kenaikan tingkat bunga contoh bank sentral AS, The Federal Reserve yang teralihkan karena ada sentimen hasil pemilu kongres AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *